Sakit Tifus Abdominalis

Demam tifoid atua disebut juga tifus abdominalis adalah suatu infeksi akut yag terjadi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Kuman ini ditemukan di dalam tinja ddan urin penderita demam tifoid. Angka kejadian demam tifoid di Indonesia cukup tinggi dan tersebar di mana-mana. Penyakit ini banyak terjadi di musim panas. Demam tifoid dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering terjadi pada anak berusia 5-9 tahun.

Gambar kuman Salmonella typhi

Penularan terjadi bila pasien mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kuman Salmonella typhi. Kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan menuju kelenjar linfe usus halus yang disebut plague Peyer. Kuman tersebut masuk ke dalam aliran darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian kuman tersebut akan memasuki hati, kantung empedu, limpa, sumsum tulang dan ginjal. Setelah hari ke-5 sampai 9 kuman akan memasuki aliran darah unutk kedua kalinya dan terjadi pengelapasan endotoksin yang akan menyebabkan demam.

Gambaran klinik paisen dnegan demam tifoid sangat bervariasi dan mempunyai masa inkubasi 7-14 hari. Pada minggu pertama dapat dijumpai keluhan demam, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. Pada minggu kedua demam makin tinggi, bibir kering dan terkelupas, lidah dilapisi selaput putih yang kotor, kadang-kadang didapatkan pembesaran limpa. Pada 10% pasien menunjukkan kelompokan bintik kecil berwarna merah muda di dada dan perut disebut rose psots yang berlangsung selam 5-10 hari. Pada akhirnya pasien menunjukkan sakit berat dengan gangguan kesadaran sampai koma.

Contoh gambaran klinik : Pasien berupa demam

Komplikasi demam tifoid berat dapat timbul komplikasi perdarahan pada minggu ke-3, perforasi usus pada 1-2% pasien, shock, radang paru (bronchopneumonia) pada minggu ke-2 atau ke-3 radang otak dan selaput otak.

Bagaimana demam tifoid dapat dideteksi secara Laboratorium ?

  1. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan jumlah leukosit berkurang dengan gambaran peningkatan jumlah linfosit (limfositos).
  2. Pemeriksaan uji serologi widal. Pada sebagian tidak bermakna. Uji Widal kadang-kadang tidak bermakna. Uji Widal ini bermakna bila dilakukan secara serial tiap minggu dengan kenaikan titer O sebanyak ≥ 4x bila pasien belum divaksinasi dan berada di daerah endemis.  Hasil uji Widal yang harus dinilai adalah pemeriksaan dengan antigen O, AO, BO dan CO. Pada infeksi dengan kuman Salmonella typhi akan didapatkan titer O meningkat, pada infeksi dengan kuman salmonella paratyphi A didapatkan akan didapatkan titer AO meningkat, demikian pula dengan salmonella paratyphi B didapatkan peningkatan dari titer BO dan salmonella paratyphi C didapatkan peningkatan titer CO.

Uji Widal dapat memberikan hasil positif palsu seperti pada demam yang tidak spesifik (demam yang bukan disebabkan oleh kuman Salmonella typhi) dan pada penyakit autoimmune. Titer H tidak mempunyai makna diagnostik karena dapat meningkat sebagai respons yang tidak spesifik terhadap infeksi.

  1. Pemeriksaan melalui biakan darah pada demam tifoid dapat dilakukan pada minggu 1-2 sakit. Sedangkan biakan tinja dapat dilakukan pada pasien carrier oleh karena dilepaskannya kuman salmonella typhi terus-menerus melalui saluran empedu ke saluran cerna. Pemeriksan biakan ini diamati pertumbuhannya maksimal selama 5 hari. Oleh karen itu pemeriksaan biakan darah dilakukan da;am minggu ke-2 dan dalam tinja setelah minggu ke-2.
  2. Akhir-akhir ini dikembangkan metode pemeriksaan antibodi IgM terhadap Salmonella typhi dengan menggunakan metode immunochhromatography yang hasilnya dapat diperoleh secara cepat.
  3. Pemeriksaan dengan menggunakan metoda Polymerase Chain Reaction (PCR). Metoda ini dapat mendeteksi langsung DNA kuman Salmonella typhi (bukan paratyphi).

=====================================

>>> Kapsul Herbal Tipes Untuk Mengobati Penyakit Tipes, Antibiotik, Meningkatkan Kekebalan Tubuh Sekaligus Meredakan Gejala-Gejala Yang Menyertainya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sakit Tifus and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *