Gejala Awal Penyakit Tifus

Penyakit tifus merupakan penyakit yang ditunjukkan dengan gejala demam akibat dari infeksi bakteri Salmonella typhi. Gejala yang diakibatkan oleh penyakit tifus ini bisa diobati dengan obat antipiretik. Pada beberapa orang, gejala yang diakibatkan oleh penyakit tifus adalah ruam yang warnanya merah yang biasanya tersebar luas dan rasa sakit kepala yang amat sangat. Biasanya penyakit tifus ini terjadi pada tempat tiinggal yang penduduknya padat dan juga kebersihan lingkungannya kurang terjaga.

Gejala awal penyakit tifus biasanya diawali dengan demam yang terjadi dengan naik turun, kemudian akan menjadi lebih tinggi. Gejala awal penyakit tifus lainnya adalah pusing dan juga sakit kepala, serta badan terasa lebih lesu dan nafsu makan menurun. Gejala lainnya juga bisa terjadi dengan gejala diare atau susah buang air besar, mual, serta muntah dan sakit perut serta perut kembung.

Gejala awal penyakit tifus yang terjadi akibat infeksi yang berat pada biasanya akan menyebabkan anak mengigau. Malah,yang lebih parah adalah bisa menyebabkan menurunnya kesadaran dan juga kejang yang terjadi karena kelainan metabolik. Tetapi, gejala awal yang muncul biasanya berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Gejala yang terjadi pada anak-anak biasanya akan lebih ringan dibandingkan oleh orang dewasa.

Cara mengatasi gejala awal penyakit tifus adalah dengan memberikan antibiotik. Walaupun akhir-akhir ini bakteri Salmonella typhi sudah lebih resisten pada beberapa jenis obat antibiotik. Namun, pengobatan yang diberikan untuk pasien yang mengakai penyakit tifus ini harus tetap dilakukan dengan menunjang asupan makan mereka. Makanan yang bergizi untuk membantu proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit tifus ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih. Cucilah tangan sebelum atau sesudah buang air besar, dan manjagan membiarkan carrier atau si pembawa kuman mennjadi orang yang mengelola makanan. Melakukan vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tifus memang perlu dilakukan, walaupun di Indonesia, vaksin untuk penyakit tifus ini belum banyak digunakan.

 

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Tifus Pada Anak

Tifus merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pencarnaan disebabkan oleh kuamn Salmonella typhi  yang masuk melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman ini. Kuman bisa masuk melalui alat masak, bahan makanan atau tangan pengelola masakan.

Keluhan yang timbul adalah demam yang semakin meningkat, kepala sakit dan pusing, tidak enak badan, lesu dan tidak nafsu makan. Kadang-kadang disertai diare, sembelit,  mual, muntah, nyeri perut dan kembung. Jika infeksinya berat disertai demam yang tinggi, anak akan mengigau, kesadarannya menurun dan kejang kaerna kelainan metabolik. Pada komplikasi karena tifus, perut dapat mengalami perforasi atau sobeknya dinging usus halus, penyebaran infeksi ke rongga perut atau penyebaran kuman ke paru-paru. Anak yang mengalami tifus yang disertai dengan demam tinggi dan perut sakit, sebaiknya segera diperiksa ke dokter.

Di Indonesia, diperkirakan antara 800 – 100.000 orang terkena penyakit tipes sepanjang tahun. Demam ini terutama muncul di musim kemarau dan konon anak perempuan lebih sering terserang, Diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300 – 810 kasus per 100.000 penduduk/tahun. Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah 5 tahun.

Gejala klinik tipes pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain:

1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.

2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.

3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.

4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).

5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.

6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

 

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Sakit Tifus Abdominalis

Demam tifoid atua disebut juga tifus abdominalis adalah suatu infeksi akut yag terjadi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Kuman ini ditemukan di dalam tinja ddan urin penderita demam tifoid. Angka kejadian demam tifoid di Indonesia cukup tinggi dan tersebar di mana-mana. Penyakit ini banyak terjadi di musim panas. Demam tifoid dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering terjadi pada anak berusia 5-9 tahun.

Gambar kuman Salmonella typhi

Penularan terjadi bila pasien mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kuman Salmonella typhi. Kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan menuju kelenjar linfe usus halus yang disebut plague Peyer. Kuman tersebut masuk ke dalam aliran darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian kuman tersebut akan memasuki hati, kantung empedu, limpa, sumsum tulang dan ginjal. Setelah hari ke-5 sampai 9 kuman akan memasuki aliran darah unutk kedua kalinya dan terjadi pengelapasan endotoksin yang akan menyebabkan demam.

Gambaran klinik paisen dnegan demam tifoid sangat bervariasi dan mempunyai masa inkubasi 7-14 hari. Pada minggu pertama dapat dijumpai keluhan demam, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. Pada minggu kedua demam makin tinggi, bibir kering dan terkelupas, lidah dilapisi selaput putih yang kotor, kadang-kadang didapatkan pembesaran limpa. Pada 10% pasien menunjukkan kelompokan bintik kecil berwarna merah muda di dada dan perut disebut rose psots yang berlangsung selam 5-10 hari. Pada akhirnya pasien menunjukkan sakit berat dengan gangguan kesadaran sampai koma.

Contoh gambaran klinik : Pasien berupa demam

Komplikasi demam tifoid berat dapat timbul komplikasi perdarahan pada minggu ke-3, perforasi usus pada 1-2% pasien, shock, radang paru (bronchopneumonia) pada minggu ke-2 atau ke-3 radang otak dan selaput otak.

Bagaimana demam tifoid dapat dideteksi secara Laboratorium ?

  1. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan jumlah leukosit berkurang dengan gambaran peningkatan jumlah linfosit (limfositos).
  2. Pemeriksaan uji serologi widal. Pada sebagian tidak bermakna. Uji Widal kadang-kadang tidak bermakna. Uji Widal ini bermakna bila dilakukan secara serial tiap minggu dengan kenaikan titer O sebanyak ≥ 4x bila pasien belum divaksinasi dan berada di daerah endemis.  Hasil uji Widal yang harus dinilai adalah pemeriksaan dengan antigen O, AO, BO dan CO. Pada infeksi dengan kuman Salmonella typhi akan didapatkan titer O meningkat, pada infeksi dengan kuman salmonella paratyphi A didapatkan akan didapatkan titer AO meningkat, demikian pula dengan salmonella paratyphi B didapatkan peningkatan dari titer BO dan salmonella paratyphi C didapatkan peningkatan titer CO.

Uji Widal dapat memberikan hasil positif palsu seperti pada demam yang tidak spesifik (demam yang bukan disebabkan oleh kuman Salmonella typhi) dan pada penyakit autoimmune. Titer H tidak mempunyai makna diagnostik karena dapat meningkat sebagai respons yang tidak spesifik terhadap infeksi.

  1. Pemeriksaan melalui biakan darah pada demam tifoid dapat dilakukan pada minggu 1-2 sakit. Sedangkan biakan tinja dapat dilakukan pada pasien carrier oleh karena dilepaskannya kuman salmonella typhi terus-menerus melalui saluran empedu ke saluran cerna. Pemeriksan biakan ini diamati pertumbuhannya maksimal selama 5 hari. Oleh karen itu pemeriksaan biakan darah dilakukan da;am minggu ke-2 dan dalam tinja setelah minggu ke-2.
  2. Akhir-akhir ini dikembangkan metode pemeriksaan antibodi IgM terhadap Salmonella typhi dengan menggunakan metode immunochhromatography yang hasilnya dapat diperoleh secara cepat.
  3. Pemeriksaan dengan menggunakan metoda Polymerase Chain Reaction (PCR). Metoda ini dapat mendeteksi langsung DNA kuman Salmonella typhi (bukan paratyphi).
Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , | Leave a comment

Sakit Typus

Penyakit tifus merupakan penyakit yang menyerang usus halus. Penyebabnya adalah Salmonella typhi. Bakteri ini terutama dibawa oleh air dan makanan yang tercemar. Penderita tifus mulai demam rendah malam hari, kemudian hilang pada esok harinya dan terulang lagi malamnya.

Gejala awal dari penyakit types adalah panas yang tinggi yang disebabkan oleh infeksi bakteri dengan demam biasa. typus merupakan suatu bentuk penyakit dari bakteri salmonellosis yang merupakan bakteri yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada usus halus. Di usus halus bakteri ini memperbanyak diri lalu menyebar kembali ke peredaran darah yang kemudian membuat tubuh menjadi panas tinggi.

Semakin lama demamnya semakin tinggi. Saat ini untuk para penderita tifus tidak memerlukan diet bubur yang ketat karena nasi agak lembek sudah cukup. Para penderita tifus diperbolehkan mengkonsumsi daging, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sedikit sayur dan buah diperbolehkan. Makanan yang pedas sebaiknya dihindari. Hal yang lebih penting adalah istirahat dengan tidur telentang sepanjang hari sampai panas turun selama beberapa hari.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Menyembuhkan Tipes

Tipes adalah suatu penyakit infeksi serius yang bisa berakibat fatal. Penderita harus dirawat dirumah sakit, makan makanan yang lunak (diet) dan diberi obat yang bisa mematikan kuman Salmonella. Perawatan di rumah sakit bertujuan agar penderita tidak menyebarkan kuman, serta bisa dilakukan pengamatan dan pengobatan yang lebih intensif. Pasien harus berbaring sampai minimal 7 hari setelah panasnya turun, atau sekitar 14 hari.

Istirahat (tidur telentang) sepanjang hari adalah sangat penting, agar tidak terjadi komplikasi seperti usus yang berdarah dan atau pecah. Penderita diizinkan berjalan hanya ingin buang air besar (BAB). Makanan pun harus dibuat selembek/selunak mungkin, namun jika tidak menginginkan tidak selalu harus dalam bentuk bubur.

Tifus merupakan penyakit akut yang ditandai dengan adanya demam karena infeksi bakteri Salmonella typhii. Gejala demam dapat diobati dengan obat antipiretik. Cacing tanah dapat digunakan sebagai obat antipiretik. Penggunaannya aman bagi tubuh karena komponen kimia cacing tanah tidak mengakibatkan efek toksik atau racun.

Pengujian ekstrak cacing tanah sebagai antipiretik dilakukan dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan percobaan. Tikus tersebut didemamkan dengan disuntikkan vaksin campak. Setelah suhu tubuh tikus terus naik ekstrak cacing tanah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh tikus perlahan menurun. Inilah yang menyebabkan cacing tanah sering digunakan sebagai obat penyakit tifus.

Ekstrak cacing tanah mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang menyebabkan penyakit tifus. Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Unpad, Bandung. Tifus merupakan penyakit yang sangat sering mewabah dimasyarakat. penelitian ini didukung oleh penelitian di Laboratorium Farmasi Unpad yang menyatakan enzim dalam cacing tanah mampu memperbaiki proses fisiologis tubuh sehingga gangguan penyakit pada sirkulasi darah menjadi berkurang. Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak tertentu dapat diatasi. Bahkan, enzim tersebut dapat membantu pencernaan makanan sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lancar. Adapun enzim tersebut dalah peroksidase, katalase, dan selulase

Pantangan Penderita Tipes

1. Makanan Yang Serba Asam

Makanan serba asam sangat tidak dianjurkan bagi penderita tipes, karena makanan yang asam ini akan mengakibatkan penyakit Tipes semakin parah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk segera bisa sembuh dari penyakit tipes ini. Contoh makanan yang asam adalah jeruk, belimbing, makanan yang diawetkan, asam jawa, salak, apel.

2. Makanan Yang Serba Pedas

Jika penderita tipes tidak menghindari makanan ini, justru akan mengalami Penyakit Tipes yang lebih parah. Makanan pedas yang harus dihindari yaitu cabai, saus, kecap pedas, bakso, mie ayam, dan segala makanan yang serba pedas.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Thypus

Penyakit tipes tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga bisa terjadi pada anak-anak bahkan sampai usia balita baik pria maupun wanita. Penyakit tipes merupakan penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh bakteri.

Penyebab Tipes

Penyakit tipes pada umumnya disebabkan oleh bakteri yang bernama bakteri Salmonella Typhosa yang merupakan turunan dari Salmonella enterica. Bakteri Salmonella Typhosa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi dimana makanan tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella Typhosa. Binatang seperti unggas, kucing, anjing, sapi, kuda, babi serta binatang mengerat dapat berfungsi sebagai carrier (pembawa kuman) ke tubuh manusia tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.

Setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri tersebut kemudian masuk dan kemudian bersarang dalam usus halus yang akan menimbulkan peradangan karena lama kelamaan bakteri tersebut akan menggerogoti usus sehingga dinding usus menjadi luka bahkan sampai bolong. Selain itu bakteri Salmonela Typhos juga bisa menerobos masuk ke pembuluh darah dan getah bening, serta kemudian merajalela ke organ-organ tubuh lain seperti pembuluh darah jantung, paru-paru, empedu, hati dan tulang.

Gejala Tipes

Berikut ini gejala penyakit tipes yang umumnya terjadi adalah :

- Mengalami demam yang cukup tinggi lebih dari 1 minggu. Pada saat siang hari tubuh terasa lebih segar akan tetapi pada saat malam hari tubuh merasakan demam yang cukup tinggi

- Lidah berwarna keputihan dan terasa pahit saat mengkonsumsi makanan

- Badan terasa lemah

- Pusing

- Perut terasa sakit terus menerus

- Mengalami diare, akan tetapi pada beberapa kasus ada juga yang mengalami konstipasi (sulit buang air besar)

- Sering merasa mual sampai muntah

Pencegahan Penyakit Tipes

Perlu dilakukan hal-hal yang baik untuk pencegahan penyakit tipes, diantaranya adalah :

- Selalu menjaga kondisi kesehatan, perbanyak istirahat jika kondisi tubuh sedang drop

- Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit tipes sebelum terlambat

- Melakukan pola makan yang sehat, seperti selalu mencuci makanan sebelum dikonsumsi atau dimasak, menghindari makanan yang pedas dan asam, serta mengurangi jajan makanan yang kurang sehat di luar.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Tipus

Penyakit tipes adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhii atau Salmonella paratyphi A, B, dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritris (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang penyakit tipesusus).

Gejala dan Tanda

Gejala penyakit tipes biasanya :

- Anoreksia (nafsu makan hilang)
- Rasa malas
- Sakit kepala bagian depan
- Nyeri otot
- Lidah kotor
- Gangguan perut

Komplikasi

Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan sempurna, tetapi bisa terjadi komplikasi, terutama pada penderita yang tidak diobati atau bila pengobatannya terlambat :

1. Pendarahan Usus

Banyak penderita yang mengalami perdarahan usus, sekitar 2% mengalami perdarahan hebat. Biasanya perdarahan terjadi pada minggu ketiga

2. Perforasi Usus

Perforasi usus terjadi pada 1-2% penderita dan menyebabkan nyeri perut yang hebat karena isi usus menginfeksi rongga perut (peritonitis)

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada minggu kedua atau ketiga dan biasanya terjadi akibat infeksi pneumokokus (meskipun bakteri tifoid juga bisa menyebabkan pneumonia)

4. Infeksi Kandung Kemih dan Hati

5. Infeksi Darah

Infeksi darah (bakteremia) kadang menyebabkan terjadinya infeksi tulang (osteomielitis), infeksi katup jantung (endokarditis), infeksi selaput otak (meningitis), infeksi ginjal (glomerulitis) atau infeksi saluran kemih-kelamin

Pada sekitar 10% kasus yang tidak diobati, gejala-gejala infeksi awal kembali timbul dalam waktu 2 minggu setelah demam mereda.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment