Penyakit Tifus

Penyakit Tifus – Sakit tifus atau thypus merupakan jenis penyakit yang diaskibatkan dari infeksi bakteri yang terdapat di dalam usus halu dan kadang-kadang terdapat pada aliran darah  yang di sebabkan oleh kuman yang bernama Salmonella typhi atau juga karena salmonella paratyphi A, B dan salmonella paratyphi C, selain itu sakit tifus atau penyakit tifus juga dapat menyebabkan gastroenteritis atau keracunan makanan serta septikemik atau tidak menyerang bagian usus.

pasien-berupa-demam

Penyakit Tifus

Kuman salmonella typhi tersebut akan masuk melalui sistem saluran pencernaan, dan kemudian akan berkembang biak dan kemudian akanmenembus dinding usus lalu menuju saluran limfa, dan masuk ke dalam pembuluh darah dalam waktu sekitar 24-74 jam. Sehingga kemudian akan terjadi perkembangbiakan sistem retikuloedothelial serta menyebar kembali ke bagian pembuluh darah yang akan menimbulkan berbagai gejala penyakit klinis.

Pada kalangan masyarakat umum, penyakit ini biasanya dikenal dengan nama penyakit tifus atau thypus atau dalam dunia medis lebih di kenal dengan Thyphoid Fever atau Thypus Abdominalis, karena penyakit ini berhubungan dengan organ tubuh usus pada perut.

Gejala Penyakit tifus

Berikut ini ada beberapa gejala-gejala penyakit tifus yang umum dirasakan oleh penderita penyakit tifus tersebut, antara lain :

  1. Suhu badan yang setiap harinya akan semakin meningkat (tinggi), terutama pada sore dan malam hari akan meningkat. Dan hal itu akan terjadi selama 7 hingga 10 hari, dan kemudia panas badan akan menjadi konstan dan berkelanjutan. Biasanya pada pagi harinya sudah merasa baikan, namun pada saat menjelang malam hari kondisi mulai menurun lagi.
  2. Pada fase awal gejala penyakit tifus penderita akan sangat lemah, sakit kepala, infeksi tenggorokan, rasa tidak nyaman di bagian perut, terkadang mengalami susah buang air besar (sembelit) dan diare.
  3. Pada kondisi tubuh yang berat maka si penderita akan bertambah sakit dan kesadarannya mulai menurun.
  4. Adanya bintik-bintik merah di bagian perut dan dada.

Penularan Penyakit Tifus

tifus

Saluran Nafas

Penularan penyakit tifus bisa melalui inhalasi atau terhirup, penyakit tifus yang ditularkan oleh penderita melalui semburan cairan cairan yang dikeluarkan pada saat si penderita bersin atau batuk.

Saluran Cerna

Penularan dengan cara tertelan atau saluran cerna ini, maksudnya patogen yang keluar melalui tinja dapat mencemari makanan dan minuman yang kemudian akan di makan. Dan penularan inilah yang di namakan fecal-oral atau dari tinja ke mulut.

Kontak Langsung

Patogen akan di tularkan langsung dengan melalui jabatan tangan atau juga dengan ciuman.

Inokulasi

Inokulasi atau penularan melalui kulit atau selaput lendir, maka kuman-kuman jahat akan dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir yang koyak atau melalui kulit. Seperti karena luka operasi, tato, tindik, transfusi dan lain-lain.

Plasenta

Beberapa penyakit ibu yang kemungkinan dapat di tularkan melalui plasenta ke janin. Seperti penyakit hepatitis B, HIV, Rubella dan penyakit lainnya.

Pencegahan Penyakit Tifus

Penyakit-tifus

Penyakit Tifus

Umumnya penyakit tifus ini di tularkan melalui makanan atau minuman yang sudah dicemari oleh kuman tifus, virus salmonella typhosa, air kencing, kotoran dari penderita penyakit tifus.

Bila anda sering mengalami penyakit yang satu ini maka kemungkinan besar makanan atau minuman yang anda konsumsi sudah tercemar oleh bakterinya. Dan pencegahan penyakit tifus ini adalah dengan menghindari jajanan yang di pinggir jalan terlebih dahulu. Atau juga dengan telur ayam yang biasa anda masak dengan setengah masak pada kulitnya sudah tercemar tinja ayam yang mengandung bakteri tifus.

Bagi anda yang ingin terhindari penyakit tifus ini, masa sekarang ini sudah bisa vaksin tifus atau tifoid yang caranya di suntikkan atau secara langsung di minum sebagai obat, dan obat ini akan melindungi seseorang dalam waktu 3 tahun. Dan mintalah dokter anda untuk menyuntikkan imunisasi tersebut.

Daya tahan tubuh harus tetap di jaga dan di tingkatkan, seperti dengan memberi asupan gizi yang baik, istirahat yang cukup 7-8 jam per hari, dengan melakukan olaharaga secara rutin 3-4 kali dalam seminggu selama 30 menit atau satu jam. Dan sebaiknya bagi anda sudah mengalami penyakit tife tidak di wajibkan untuk melakukan kegiatan yang melelahkan, karena dengan kondisi yang lelah akan kembali menimbulkan penyakit tifus tersebut.

Melakukan pencegah jauh lebih baik dari pada mengobati, karena jika kita sudah terkena penyakit tifus ini tubuh menjadi benar-benar lemah seperti tidak memiliki tenaga, dan kondisi kesehatan juga akan semakin memburuk setiap harinya, mengapa pencegahan lebih penting karena dengan pencegahan erlebih dahulu kita akan terhindar dari berbagai jenis penyakit termasuk pada penyakit tifus ini. Dan sehat jauh lebih penting, karena kondisi tubuh yang sehat kita bisa terbebas melakukan aktifitas kita sehari-hari tanpa terhambat oleh berbagai penyakit yang mungkin dapat menyerang sistem kekebalan tubuh kita.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , | Comments Off on Penyakit Tifus

Sakit Tifus

Sakit Tifus – Apakah anda pernah mengalami sakit tifus? Pernah ga sih kamu bertanya sebenarnya penyakit tifus ini penyakit apa? Mungkin ini pertanyaan bagi mereka yang sering atau pernah mengalami sakit ini. Mereka yang sedang mengalami sakit tifus ini akan terlihat lemas dan tak berdaya, pasti akan sangat menyiksa bukan. Lalu apa penyebab dan gejala penyakit tifus yang umum dialami oleh mereka yang terserang penyakit yang satu ini?

Sakit Tifus

Sakit Tifus

Sakit Tifus

Sakit tifus menurupakan penyakit yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Salmonella Typhi damn biasanya bakteri tersebut berasal darai manakan yang sudah bercampur atau terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi tersebut yang berasal dari kotoran seseorang yang sebelumnya sudah terkena penyakit tifus juga. Maka dari itu, sakit tifus menurpakan penyakit menular. Dan bagi penderita penyakit ini setelah anda BAB diwajibkan untuk mencuci tangan dengan sabun hingga benar-benar bersih agar bakteri tidak menyebar.

Penyakit tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri familia Rickettsiae, yang disebarkan oleh Arthropoda khusus seperti pada kutu, caplak dan tungau. Ada beberapa jenis penyakit tifus seperti sakit tifus endemik, tifus epidemik dan tifus belukar. Namun ada jenis penyakit tifus lainnya yang sering ditemukan pada kasus sakit tifus ini seperti pada penyakit Brill-Zinsser yang termasuk ke dalam sakit tifus epidemik yang merupakan jenis sakit tifus yang akan muncul kembali setelah bertahun-tahun sudah sembuh dan penyabab penyakit ini adalah bakteri.

Untuk mengetahui anda terkena penyakit tifus atau tidak sebaiknya kenali terlebih dahulu gejala tifus dengan baik, seperti bila anda mengalami demam hingga 5-6 hari yang hilang dan timbul kembali maka kemungkinan besar jika anda sedang terjangkit penyakit tifus atau sebaiknya jika sudah melewati 3 hari demamnya sudah turun maka kemungkinan anda tidak terjangkit penyakit tersebut.

Gejala sakit tifus seperti demam hampir menyerupai gejala penyakit lain, karena ada berbagai jenis penyakit infeksi lain yang umumnya disertai dengan demam. Terlebih lagi pada hari pertama demam, tentunya kita akan kesulitan untuk bisa memastikan bahwa demam tersebut merupakan demam tifoid. Gejala demam juga terjadi di berbagai penyakit seperti murbili, penyakit demam berdarah dengue dan jenis penyakit lainnya.

Penyebab Sakit Tifus

Sakit tifus atau dalam dunis kedokteran lebih dikenal dengan Tifoid Fever, yang tergolong dalam jenis penyakit akut yang berkaitan dengan demam. Penyakit ini dapat digolongkan dalam jenis penyakut akut karena tanda-tanda atau gejala penyakit ini dapat terjadi sampai 1-3 minggu serta penyakit yang lebih  memungkinkan jika gejalanya hampir mirip dengan gejala pada penyakit demam berdarah seperti yang sudah kita jelaskan diatas.

Penyebab tifus yang paling utama adalah karena bakteri salmonella tyhpi, bakteri yang sudah masuk ke dalam tubuh kita akan tumbuh dan berkembangbiak  kemudian mulai terkontaminasi dengan saluran pencernaan sehingga pada akhirnya menjalar ke pembuluh darah yang akan mengakibatkan penderita mengalami sakit tifus yang disertai dengan gejala-gejala klinis. Gejala penyakit tifus dapat segera anda obati dengan memberikan antibiotik yang dapat membantu tubuh untuk dapat mengurangi bakteri-bakteri jahat yang kemungkinan dapat menyebabkan penderita meninggal dunia yang disebabkan penyakit ini.

Gejala Sakit Tifus

Selain penderita akan mengalami demam, salah satu gejala sakit tifus lainnya seperti sakit perut. Akan tetapi keberadaan sakit perut ini berbeda yang biasanya diakibatkan oleh penyakit maag. Untuk lebih jelasnya berikut ini terdapat gejala-gejala umum sakit tifus, seperti :

Sakit Perut, Mual dan Muntah

Biasanya penderita sakit tifus akan mengalami sakit perut yang terjadi disebelah kiri perut, yang dimana terdapat usus 12 jari yang mengalami infeksi. Sedangkan pada penyakit maag akan menimbulkan sakit pada perut bagian atas atau tepatnya di ulu hati.

Perubahan Pola BAB

Pada penderita penyakit tifus, gejala yang timbul biasanya penderita akan disertai dengan perubahan pola BAB, seperti dengan bergantian dengan mengalami diare atau justru tidak dapat buang air besar sama sekali.

Demam atau Badan Panas

Gejala sakit tifus umumnya disertai dengan penderita mengalami demam atau badan panas yang terjadi selama beberapa hari. Yang akan meningkatkan suhu tubuh menjadi sangat tinggi mencapai 40o celcius, yang kemudian disertai dengan sakit kepala badan terasa lemas dan lemah.

Denyut Nadi Melambat

Biasanya seseorang yang badannya sedang padas maka denyut jantungnya akan meningkat sebesar 10% setiap kali suhu tubuhnya meningkat sebesar 1 o celcius, namun hal tersebut tidak terjadi pada sakit tifus. Karena pada penderita ia akan mengalami tifus denyut jantungnya justru malah melambat. Hal tersebut di karenakan adanya toksin atau racun dari kuman tifus yang menyebabkan timbulnya reaksi seperti itu.

Lidah Berwarna Putih

Gejala lain pada penyakit tifus adalah pada lidah bagian tengah penderita berwarna pinggir, namun pada bagian pinggirnya berwarna merah, serta ketika pasien menjulurkan lidahnya akan terjadi tremor.

Nah kelima gejala sakit tifus meupakan ciri-ciri dari penyakit tifus yang umum terjadi pada penderita penyakit tifus. Semoga bermanfaat.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Awal Penyakit Tifus

Penyakit tifus merupakan penyakit yang ditunjukkan dengan gejala demam akibat dari infeksi bakteri Salmonella typhi. Gejala yang diakibatkan oleh penyakit tifus ini bisa diobati dengan obat antipiretik. Pada beberapa orang, gejala yang diakibatkan oleh penyakit tifus adalah ruam yang warnanya merah yang biasanya tersebar luas dan rasa sakit kepala yang amat sangat. Biasanya penyakit tifus ini terjadi pada tempat tiinggal yang penduduknya padat dan juga kebersihan lingkungannya kurang terjaga.

Gejala awal penyakit tifus biasanya diawali dengan demam yang terjadi dengan naik turun, kemudian akan menjadi lebih tinggi. Gejala awal penyakit tifus lainnya adalah pusing dan juga sakit kepala, serta badan terasa lebih lesu dan nafsu makan menurun. Gejala lainnya juga bisa terjadi dengan gejala diare atau susah buang air besar, mual, serta muntah dan sakit perut serta perut kembung.

Gejala awal penyakit tifus yang terjadi akibat infeksi yang berat pada biasanya akan menyebabkan anak mengigau. Malah,yang lebih parah adalah bisa menyebabkan menurunnya kesadaran dan juga kejang yang terjadi karena kelainan metabolik. Tetapi, gejala awal yang muncul biasanya berbeda antara anak-anak dan orang dewasa. Gejala yang terjadi pada anak-anak biasanya akan lebih ringan dibandingkan oleh orang dewasa.

Cara mengatasi gejala awal penyakit tifus adalah dengan memberikan antibiotik. Walaupun akhir-akhir ini bakteri Salmonella typhi sudah lebih resisten pada beberapa jenis obat antibiotik. Namun, pengobatan yang diberikan untuk pasien yang mengakai penyakit tifus ini harus tetap dilakukan dengan menunjang asupan makan mereka. Makanan yang bergizi untuk membantu proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya sakit tifus ini adalah dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih. Cucilah tangan sebelum atau sesudah buang air besar, dan manjagan membiarkan carrier atau si pembawa kuman mennjadi orang yang mengelola makanan. Melakukan vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tifus memang perlu dilakukan, walaupun di Indonesia, vaksin untuk penyakit tifus ini belum banyak digunakan.

 

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Tifus Pada Anak

Tifus merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pencarnaan disebabkan oleh kuamn Salmonella typhi  yang masuk melalui makanan atau minuman yang tercemar kuman ini. Kuman bisa masuk melalui alat masak, bahan makanan atau tangan pengelola masakan.

Keluhan yang timbul adalah demam yang semakin meningkat, kepala sakit dan pusing, tidak enak badan, lesu dan tidak nafsu makan. Kadang-kadang disertai diare, sembelit,  mual, muntah, nyeri perut dan kembung. Jika infeksinya berat disertai demam yang tinggi, anak akan mengigau, kesadarannya menurun dan kejang kaerna kelainan metabolik. Pada komplikasi karena tifus, perut dapat mengalami perforasi atau sobeknya dinging usus halus, penyebaran infeksi ke rongga perut atau penyebaran kuman ke paru-paru. Anak yang mengalami tifus yang disertai dengan demam tinggi dan perut sakit, sebaiknya segera diperiksa ke dokter.

Di Indonesia, diperkirakan antara 800 – 100.000 orang terkena penyakit tipes sepanjang tahun. Demam ini terutama muncul di musim kemarau dan konon anak perempuan lebih sering terserang, Diperkirakan angka kejadian penyakit ini adalah 300 – 810 kasus per 100.000 penduduk/tahun. Insiden tertinggi didapatkan pada anak-anak, peningkatan kasus saat ini terjadi pada usia dibawah 5 tahun.

Gejala klinik tipes pada anak biasanya memberikan gambaran klinis yang ringan bahkan dapat tanpa gejala (asimtomatik). Secara garis besar, tanda dan gejala yang ditimbulkan antara lain:

1. Demam lebih dari seminggu. Siang hari biasanya terlihat segar namun menjelang malamnya demam tinggi.

2. Lidah kotor. Bagian tengah berwarna putih dan pinggirnya merah. Biasanya anak akan merasa lidahnya pahit dan cenderung ingin makan yang asam-asam atau pedas.

3. Mual Berat sampai muntah. Bakteri Salmonella typhi berkembang biak di hatidan limpa, Akibatnya terjadi pembengkakan dan akhirnya menekan lambung sehingga terjadi rasa mual. Dikarenakan mual yang berlebihan, akhirnya makanan tak bisa masuk secara sempurna dan biasanya keluar lagi lewat mulut.

4. Diare atau Mencret. Sifat bakteri yang menyerang saluran cerna menyebabkan gangguan penyerapan cairan yang akhirnya terjadi diare, namun dalam beberapa kasus justru terjadi konstipasi (sulit buang air besar).

5. Lemas, pusing, dan sakit perut. Demam yang tinggi menimbulkan rasa lemas, pusing. Terjadinya pembengkakan hati dan limpa menimbulkan rasa sakit di perut.

6. Pingsan, Tak sadarkan diri. Penderita umumnya lebih merasakan nyaman dengan berbaring tanpa banyak pergerakan, namun dengan kondisi yang parah seringkali terjadi gangguan kesadaran.

 

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Sakit Tifus Abdominalis

Demam tifoid atua disebut juga tifus abdominalis adalah suatu infeksi akut yag terjadi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Kuman ini ditemukan di dalam tinja ddan urin penderita demam tifoid. Angka kejadian demam tifoid di Indonesia cukup tinggi dan tersebar di mana-mana. Penyakit ini banyak terjadi di musim panas. Demam tifoid dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering terjadi pada anak berusia 5-9 tahun.

Gambar kuman Salmonella typhi

Penularan terjadi bila pasien mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kuman Salmonella typhi. Kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui makanan menuju kelenjar linfe usus halus yang disebut plague Peyer. Kuman tersebut masuk ke dalam aliran darah dalam waktu 24-72 jam. Kemudian kuman tersebut akan memasuki hati, kantung empedu, limpa, sumsum tulang dan ginjal. Setelah hari ke-5 sampai 9 kuman akan memasuki aliran darah unutk kedua kalinya dan terjadi pengelapasan endotoksin yang akan menyebabkan demam.

Gambaran klinik paisen dnegan demam tifoid sangat bervariasi dan mempunyai masa inkubasi 7-14 hari. Pada minggu pertama dapat dijumpai keluhan demam, sakit kepala, mual, muntah, nafsu makan berkurang, diare atau konstipasi. Pada minggu kedua demam makin tinggi, bibir kering dan terkelupas, lidah dilapisi selaput putih yang kotor, kadang-kadang didapatkan pembesaran limpa. Pada 10% pasien menunjukkan kelompokan bintik kecil berwarna merah muda di dada dan perut disebut rose psots yang berlangsung selam 5-10 hari. Pada akhirnya pasien menunjukkan sakit berat dengan gangguan kesadaran sampai koma.

Contoh gambaran klinik : Pasien berupa demam

Komplikasi demam tifoid berat dapat timbul komplikasi perdarahan pada minggu ke-3, perforasi usus pada 1-2% pasien, shock, radang paru (bronchopneumonia) pada minggu ke-2 atau ke-3 radang otak dan selaput otak.

Bagaimana demam tifoid dapat dideteksi secara Laboratorium ?

  1. Pemeriksaan darah tepi menunjukkan jumlah leukosit berkurang dengan gambaran peningkatan jumlah linfosit (limfositos).
  2. Pemeriksaan uji serologi widal. Pada sebagian tidak bermakna. Uji Widal kadang-kadang tidak bermakna. Uji Widal ini bermakna bila dilakukan secara serial tiap minggu dengan kenaikan titer O sebanyak ≥ 4x bila pasien belum divaksinasi dan berada di daerah endemis.  Hasil uji Widal yang harus dinilai adalah pemeriksaan dengan antigen O, AO, BO dan CO. Pada infeksi dengan kuman Salmonella typhi akan didapatkan titer O meningkat, pada infeksi dengan kuman salmonella paratyphi A didapatkan akan didapatkan titer AO meningkat, demikian pula dengan salmonella paratyphi B didapatkan peningkatan dari titer BO dan salmonella paratyphi C didapatkan peningkatan titer CO.

Uji Widal dapat memberikan hasil positif palsu seperti pada demam yang tidak spesifik (demam yang bukan disebabkan oleh kuman Salmonella typhi) dan pada penyakit autoimmune. Titer H tidak mempunyai makna diagnostik karena dapat meningkat sebagai respons yang tidak spesifik terhadap infeksi.

  1. Pemeriksaan melalui biakan darah pada demam tifoid dapat dilakukan pada minggu 1-2 sakit. Sedangkan biakan tinja dapat dilakukan pada pasien carrier oleh karena dilepaskannya kuman salmonella typhi terus-menerus melalui saluran empedu ke saluran cerna. Pemeriksan biakan ini diamati pertumbuhannya maksimal selama 5 hari. Oleh karen itu pemeriksaan biakan darah dilakukan da;am minggu ke-2 dan dalam tinja setelah minggu ke-2.
  2. Akhir-akhir ini dikembangkan metode pemeriksaan antibodi IgM terhadap Salmonella typhi dengan menggunakan metode immunochhromatography yang hasilnya dapat diperoleh secara cepat.
  3. Pemeriksaan dengan menggunakan metoda Polymerase Chain Reaction (PCR). Metoda ini dapat mendeteksi langsung DNA kuman Salmonella typhi (bukan paratyphi).
Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , | Leave a comment

Sakit Typus

Penyakit tifus merupakan penyakit yang menyerang usus halus. Penyebabnya adalah Salmonella typhi. Bakteri ini terutama dibawa oleh air dan makanan yang tercemar. Penderita tifus mulai demam rendah malam hari, kemudian hilang pada esok harinya dan terulang lagi malamnya.

Gejala awal dari penyakit types adalah panas yang tinggi yang disebabkan oleh infeksi bakteri dengan demam biasa. typus merupakan suatu bentuk penyakit dari bakteri salmonellosis yang merupakan bakteri yang menyebabkan infeksi dan peradangan pada usus halus. Di usus halus bakteri ini memperbanyak diri lalu menyebar kembali ke peredaran darah yang kemudian membuat tubuh menjadi panas tinggi.

Semakin lama demamnya semakin tinggi. Saat ini untuk para penderita tifus tidak memerlukan diet bubur yang ketat karena nasi agak lembek sudah cukup. Para penderita tifus diperbolehkan mengkonsumsi daging, telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sedikit sayur dan buah diperbolehkan. Makanan yang pedas sebaiknya dihindari. Hal yang lebih penting adalah istirahat dengan tidur telentang sepanjang hari sampai panas turun selama beberapa hari.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Menyembuhkan Tipes

Tipes adalah suatu penyakit infeksi serius yang bisa berakibat fatal. Penderita harus dirawat dirumah sakit, makan makanan yang lunak (diet) dan diberi obat yang bisa mematikan kuman Salmonella. Perawatan di rumah sakit bertujuan agar penderita tidak menyebarkan kuman, serta bisa dilakukan pengamatan dan pengobatan yang lebih intensif. Pasien harus berbaring sampai minimal 7 hari setelah panasnya turun, atau sekitar 14 hari.

Istirahat (tidur telentang) sepanjang hari adalah sangat penting, agar tidak terjadi komplikasi seperti usus yang berdarah dan atau pecah. Penderita diizinkan berjalan hanya ingin buang air besar (BAB). Makanan pun harus dibuat selembek/selunak mungkin, namun jika tidak menginginkan tidak selalu harus dalam bentuk bubur.

Tifus merupakan penyakit akut yang ditandai dengan adanya demam karena infeksi bakteri Salmonella typhii. Gejala demam dapat diobati dengan obat antipiretik. Cacing tanah dapat digunakan sebagai obat antipiretik. Penggunaannya aman bagi tubuh karena komponen kimia cacing tanah tidak mengakibatkan efek toksik atau racun.

Pengujian ekstrak cacing tanah sebagai antipiretik dilakukan dengan menggunakan tikus putih sebagai hewan percobaan. Tikus tersebut didemamkan dengan disuntikkan vaksin campak. Setelah suhu tubuh tikus terus naik ekstrak cacing tanah diberikan. Hasil penelitian menunjukkan suhu tubuh tikus perlahan menurun. Inilah yang menyebabkan cacing tanah sering digunakan sebagai obat penyakit tifus.

Ekstrak cacing tanah mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen yang menyebabkan penyakit tifus. Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi FMIPA Unpad, Bandung. Tifus merupakan penyakit yang sangat sering mewabah dimasyarakat. penelitian ini didukung oleh penelitian di Laboratorium Farmasi Unpad yang menyatakan enzim dalam cacing tanah mampu memperbaiki proses fisiologis tubuh sehingga gangguan penyakit pada sirkulasi darah menjadi berkurang. Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak tertentu dapat diatasi. Bahkan, enzim tersebut dapat membantu pencernaan makanan sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lancar. Adapun enzim tersebut dalah peroksidase, katalase, dan selulase

Pantangan Penderita Tipes

1. Makanan Yang Serba Asam

Makanan serba asam sangat tidak dianjurkan bagi penderita tipes, karena makanan yang asam ini akan mengakibatkan penyakit Tipes semakin parah, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk segera bisa sembuh dari penyakit tipes ini. Contoh makanan yang asam adalah jeruk, belimbing, makanan yang diawetkan, asam jawa, salak, apel.

2. Makanan Yang Serba Pedas

Jika penderita tipes tidak menghindari makanan ini, justru akan mengalami Penyakit Tipes yang lebih parah. Makanan pedas yang harus dihindari yaitu cabai, saus, kecap pedas, bakso, mie ayam, dan segala makanan yang serba pedas.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Thypus

Penyakit tipes tidak hanya terjadi pada orang dewasa, namun juga bisa terjadi pada anak-anak bahkan sampai usia balita baik pria maupun wanita. Penyakit tipes merupakan penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh bakteri.

Penyebab Tipes

Penyakit tipes pada umumnya disebabkan oleh bakteri yang bernama bakteri Salmonella Typhosa yang merupakan turunan dari Salmonella enterica. Bakteri Salmonella Typhosa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi dimana makanan tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella Typhosa. Binatang seperti unggas, kucing, anjing, sapi, kuda, babi serta binatang mengerat dapat berfungsi sebagai carrier (pembawa kuman) ke tubuh manusia tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.

Setelah bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri tersebut kemudian masuk dan kemudian bersarang dalam usus halus yang akan menimbulkan peradangan karena lama kelamaan bakteri tersebut akan menggerogoti usus sehingga dinding usus menjadi luka bahkan sampai bolong. Selain itu bakteri Salmonela Typhos juga bisa menerobos masuk ke pembuluh darah dan getah bening, serta kemudian merajalela ke organ-organ tubuh lain seperti pembuluh darah jantung, paru-paru, empedu, hati dan tulang.

Gejala Tipes

Berikut ini gejala penyakit tipes yang umumnya terjadi adalah :

– Mengalami demam yang cukup tinggi lebih dari 1 minggu. Pada saat siang hari tubuh terasa lebih segar akan tetapi pada saat malam hari tubuh merasakan demam yang cukup tinggi

– Lidah berwarna keputihan dan terasa pahit saat mengkonsumsi makanan

– Badan terasa lemah

– Pusing

– Perut terasa sakit terus menerus

– Mengalami diare, akan tetapi pada beberapa kasus ada juga yang mengalami konstipasi (sulit buang air besar)

– Sering merasa mual sampai muntah

Pencegahan Penyakit Tipes

Perlu dilakukan hal-hal yang baik untuk pencegahan penyakit tipes, diantaranya adalah :

– Selalu menjaga kondisi kesehatan, perbanyak istirahat jika kondisi tubuh sedang drop

– Segera periksa ke dokter jika mengalami gejala penyakit tipes sebelum terlambat

– Melakukan pola makan yang sehat, seperti selalu mencuci makanan sebelum dikonsumsi atau dimasak, menghindari makanan yang pedas dan asam, serta mengurangi jajan makanan yang kurang sehat di luar.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Tipus

Penyakit tipes adalah penyakit infeksi bakteri pada usus halus dan terkadang pada aliran darah yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhii atau Salmonella paratyphi A, B, dan C, selain ini dapat juga menyebabkan gastroenteritris (keracunan makanan) dan septikemia (tidak menyerang penyakit tipesusus).

Gejala dan Tanda

Gejala penyakit tipes biasanya :

– Anoreksia (nafsu makan hilang)
– Rasa malas
– Sakit kepala bagian depan
– Nyeri otot
– Lidah kotor
– Gangguan perut

Komplikasi

Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan sempurna, tetapi bisa terjadi komplikasi, terutama pada penderita yang tidak diobati atau bila pengobatannya terlambat :

1. Pendarahan Usus

Banyak penderita yang mengalami perdarahan usus, sekitar 2% mengalami perdarahan hebat. Biasanya perdarahan terjadi pada minggu ketiga

2. Perforasi Usus

Perforasi usus terjadi pada 1-2% penderita dan menyebabkan nyeri perut yang hebat karena isi usus menginfeksi rongga perut (peritonitis)

3. Pneumonia

Pneumonia bisa terjadi pada minggu kedua atau ketiga dan biasanya terjadi akibat infeksi pneumokokus (meskipun bakteri tifoid juga bisa menyebabkan pneumonia)

4. Infeksi Kandung Kemih dan Hati

5. Infeksi Darah

Infeksi darah (bakteremia) kadang menyebabkan terjadinya infeksi tulang (osteomielitis), infeksi katup jantung (endokarditis), infeksi selaput otak (meningitis), infeksi ginjal (glomerulitis) atau infeksi saluran kemih-kelamin

Pada sekitar 10% kasus yang tidak diobati, gejala-gejala infeksi awal kembali timbul dalam waktu 2 minggu setelah demam mereda.

Posted in Sakit Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment